Mobilitas masyarakat yang semakin dinamis menuntut penyedian infrastruktur yang memadai. Ungkapan makan pagi di Jakarta, makan siang di Medan, dan makan malam di Surabaya sepertinya bukanlah sebuah hal yang mustahil. Semua hal itu tentu mustahil jika dilalui menggunakan jalur darat dan laut. Oleh karena itu bagi beberapa orang yang sering berpergian transportasi menjadi sebuah pertimbangan yang matang dalam melakukan perjalanan bisnis. Laporan tahunan kementrian perhubungan menyebutkan bahwa terdapat kenaikan selera pengguna transportasi dari darat menuju udara.
Aeropetropolis adalah sebuah konsep kota yang diajukan disaat moda transportasi dituntut semakin mempersingkat waktu tempuh. Bandara pada dasarnya hanya perluasan fungsi pelabuhan (Bandar) yang dapat dilabuhi pesawat. Indonesia merupakan Negara kepulauan, tuntutan kebutuhan yang muncul disetiap daerah pada akhirnya memberikan pemikiran pada pemerintahan setempat untuk membangun jalur udara. Keberadaan bandara inilah yang disebutkan oleh (Bustami,2006) akan menjadi geliat pembangunan dan pergeseran gaya hidup.
Pada realitanya gaya hidup konsumen wanita akan kebutuhan penampilan kini diubah menjadi keinginan. Kebutuhan untuk berpakaian berubah menjadi keinginan untuk memiliki Logo, Gucci, Prada, Elisabeth atau Hermes. Pada kasus ini pengusaha harus pintar memposisikan brand mereka menjadi hal yang menarik secara emosional bagi konsumen dari kebutuhan menjadi keinginan. Ketika konsumen merasa sebagian dari hidupnya dilengkapi dan merasa terbantu oleh brand, maka saat itu muncullah emotional branding yang kuat antara brand dan konsumennya.
Hal ini juga tidak menutup kemungkinan jikalau wanita melakukan perjalanan lintas batas Negara hanya untuk hal pemuasan belanja. Penulis menyebutnya sebagai wanita aeropetropolis. Pada dasarnya wanita sangat kuat kaitannya dengan pemuasan belanja dengan branding. Bagi wanita penggila belanja kelas kakap, barang-barang bermerk dengan harga selangit tentu akan diburu dengan berbagai cara. Salah satu caranyanya dengan terbang langsung ke lokasi pembuatannya. Oleh karena itu jangan kaget ketika terdapat seorang wanita berburu tas Louis Vuitton hingga ke Perancis atau Singapura. Maka itulah wanita aeropetropolis/drn.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar